Pemerintah Perkuat Peringatan Dini Bencana Lewat Aplikasi MAGMA

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat sistem peringatan dini bencana geologi melalui pembaruan aplikasi MAGMA Indonesia. Pengembangan ini ditujukan untuk memperluas akses informasi kebencanaan, meningkatkan koordinasi antarlembaga, serta mendorong masyarakat melakukan langkah antisipasi secara cepat dan tepat.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyebut MAGMA Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertukaran informasi kebencanaan lintas kementerian dan lembaga.

“Jadi nanti dari pemanfaatan sistem yang sudah dibangun, informasi yang sudah dibangun ini kita bisa sharing-kan dengan Kementerian/Lembaga,” ujar Yuliot.

Menurut Yuliot, pemanfaatan informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan informasi kebencanaan sekaligus mendukung upaya mitigasi risiko. Ia menekankan pentingnya hasil pemantauan kebencanaan perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret di masing-masing instansi.

“Dari mitigasi ini harus kita uraikan di dalam rencana aksi untuk setiap Kementerian/Lembaga,” katanya.

MAGMA Indonesia versi terbaru kini dapat diakses melalui laman web serta aplikasi Android dan iOS, sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi kebencanaan geologi melalui berbagai perangkat.

Pembaruan tersebut mencakup 10 fitur utama, salah satunya Geohazard Location Awareness yang memungkinkan sistem mengenali posisi pengguna terhadap kawasan rawan bencana. Fitur ini diharapkan membantu masyarakat memahami potensi bahaya di sekitar lokasi mereka.

Selain itu, MAGMA Indonesia menghadirkan peningkatan pemantauan visual melalui kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), tampilan live seismogram yang lebih stabil, riwayat aktivitas kebencanaan, serta integrasi data melalui Application Programming Interface (API). Untuk mendukung penyampaian peringatan dini, sistem ini juga menggunakan Common Alerting Protocol (CAP) sebagai format standar peringatan.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, pengembangan MAGMA Indonesia diarahkan untuk mendorong pemanfaatan informasi kebencanaan sebagai dasar pengambilan tindakan dini yang cepat dan tepat.

“Sistem ini pada intinya dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan aksi dini (early action) yang tepat sasaran, sehingga risiko dan dampak dari bencana geologi dapat diminimalisir,” ujar Lana.

Melalui integrasi API, informasi MAGMA Indonesia juga dapat diakses oleh lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kementerian dan lembaga lainnya melalui sistem masing-masing.

Integrasi sistem MAGMA Indonesia diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarlembaga dan mempercepat penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat serta pengambil kebijakan. Melalui pembaruan ini, Kementerian ESDM mendorong optimalisasi informasi pemantauan sebagai dasar peringatan dini, kesiapsiagaan, dan mitigasi risiko guna meminimalkan dampak bencana geologi. (*)

More From Author

MBG Prioritaskan Pangan Lokal, Petani dan UMKM Dapat Peluang Pasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *