JAKARTA Pemerintah memperkuat pembangunan dan pemberdayaan generasi muda melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kepemimpinan, inovasi, dan kreativitas. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas partisipasi pemuda dalam pembangunan nasional.
Salah satu langkah konkret dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui penyelenggaraan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 pada 2930 Oktober 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Mengusung empat pilar utama, yakni Idea, Innovation, Connection, dan Creativity, IYS 2026 menghadirkan empat area interaktif, yaitu The Plenary, The Agora, The Lab, dan The Arena. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda untuk bertukar gagasan, memperkenalkan inovasi, memperluas jejaring, serta mengembangkan kreativitas dan kepemimpinan.
Berbagai agenda disiapkan, mulai dari dialog bersama pembuat kebijakan, pameran usaha pemuda, eksplorasi teknologi dan kesehatan mental, hingga kompetisi pidato dan debat. Forum ini diharapkan menjadi inkubator kolaborasi yang mampu menghubungkan potensi generasi muda dengan peluang pembangunan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut mendorong penguatan Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan pemuda sekaligus mitra pemerintah dalam pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya organisasi kepemudaan dalam mengoptimalkan potensi generasi muda sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Kemendagri berkomitmen untuk mendukung penguatan Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan generasi muda, dan kekuatan penggerak pembangunan khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Kita menginginkan Karang Taruna ini mampu mengembangkan potensi pemuda menjadi mitra pemerintah dalam penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat,” ujar Wiyagus.
Sinergi program kepemudaan di tingkat nasional dan daerah diharapkan mampu memperluas kesempatan generasi muda untuk berinovasi, mengembangkan keterampilan, serta berkontribusi langsung dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui momentum Sumpah Pemuda 2026, pemerintah mendorong agar pemberdayaan generasi muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan kolaborasi dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. (*)
